Versi Indonesia
English version
Pengunjung Online : 23
Hari ini :220
Kemarin :194
Minggu kemarin:2.066
Bulan kemarin:10.498

Anda pengunjung ke 4.144.863
Sejak 11 Rabi'ul Awal 1429
( 19 Maret 2008 )


Pengunjung Baru ?
   |   


www.melayuonline.com www.wisatamelayu.com www.rajaalihaji.com www.tengkuamirhamzah.com www.ceritarakyatnusantara.com www.adicita.com www.maharatu.com www.jogjatrip.com www.kerajaannusantara.com www.infokorupsi.com www.indonesiawonder.com
Tsulasa', 01 Rabi'ul Akhir 1440 (Senin, 10 Desember 2018)
Pertanggungjawaban Akademis

Pertanggungjawaban Akademis www.rajaalihaji.com

Pemikiran Raja Ali Haji yang tercurahkan dalam karya-karyanya berperan penting dalam membangun kualitas moral, etika, keagamaan dan ilmu pengetahuan bangsa Melayu khususnya dan bangsa-bangsa di dunia pada umumnya. Oleh karena itu, portal www.rajaalihaji.com yang disusun dengan struktur yang sistematis berusaha menggali, melestarikan, mengembangkan dan mempublikasikan pikiran-pikiran konseptual dan praktis Raja Ali Haji melalui teknologi informasi modern.

Menyusun struktur tentang riwayat hidup dan pemikiran seseorang berarti melakukan penafsiran. Maka agar supaya penafsiran tersebut terus berkembang dan tidak kaku, struktur eksterior (struktur fisik portal) bersifat terbuka, dapat berubah jika ada model struktur baru yang lebih baik. Sedangkan struktur interior (isi kajian pada portal) dapat menerima berbagai macam perspektif yang mengkaji hidup dan pemikiran sang tokoh. 

Di bumi Melayu, Raja Ali Haji diakui sebagai seorang tokoh yang menguasai berbagai disiplin ilmu, seperti bahasa, sastra, sejarah, hukum, agama, filsafat dan politik. Karya-karyanya dalam berbagai disiplin itu memiliki pengaruh yang kuat di bumi Melayu. Dua karyanya dalam bidang bahasa, Kitab Pengetahuan Bahasa dan Bustanul Katibin, merupakan kristalisasi bahasa Melayu sebagai identitas utama bangsa Melayu. Raja Ali Haji mengungkapkan Jika hendak mengenal orang berbangsa lihat kepada budi dan bahasa. Dalam karyanya tersebut, ia telah meletakkan dasar-dasar Bahasa Melayu yang kemudian diadopsi oleh bangsa Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam sebagai bahasa nasional. Dalam bidang sastra, Gurindam Dua Belas disebut-sebut sebagai pemadatan dalam bentuk puisi dari wacana sufisme dari hampir semua karya Raja Ali Haji, seperti Tsamarat al-Muhimmah, Tuhfat al-Nafis, Muqaddimah Fi Intizam, Syair Abdul Muluk, Kitab Nikah, Syair Siti Shianah, Syair Sinar Gemala Mestika Alam, dan lain-lain yang diorientasikan pada pembangunan masyarakat ideal. 

Pada tanggal 10 November 2004, Raja Ali Haji dinobatkan sebagai pahlawan nasional atas jasanya yang besar terhadap perkembangan bahasa nasional bangsa Indonesia. Selain menguatkan identitas bahasa Melayu, Raja Ali Haji, melalui karya-karyanya, memperjuangkan terciptanya kehidupan sosial kenegaraan masyarakat Melayu berdasarkan nilai-nilai budaya lokal dan agama. Dalam Tsamarat al-Muhimmah, Raja Ali Haji secara explisit menekankan pentingnya keagungan moralitas para pemimpin supaya bisa berbuat adil terhadap rakyatnya. Cita-cita keadilan ini pula yang membangkitkan semangat penolakannya terhadap dominasi penjajah atas penduduk pribumi. Model pemikiran dan perjuangan Raja Ali Haji yang berbasis pada nilai-nilai budaya Melayu dan agama Islam berpengaruh kuat terhadap para generasi di zamannya dan generasi setelahnya. 

Karya-karya Raja Ali Haji telah dikaji secara mendalam oleh berbagai kalangan intelektual baik dari dalam maupun luar negeri. Kajian-kajian mereka berangkat dari perspektif yang berbeda-beda, tetapi beberapa di antaranya menyimpulkan bahwa pemikiran Raja Ali Haji dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Melayu, Islam dan kondisi sosial-politik masa kolonialisme Belanda ketika itu. Memang seorang Raja Ali Haji atau  siapapun, memperoleh, menerima, dan membangun tradisi pengetahuannya secara tidak langsung, tapi melalui simbol-simbol budaya dan sosial. Semua kenyataan adalah konstruksi sosial. Raja Ali Haji mengkonstruksi ide dan pikirannya sedemikian rupa karena ia adalah orang Melayu, beragama Islam, dan hidup di era kolonialisme. Namun, karena manusia adalah makhluk yang kompleks, maka aktivitas menelaah dan menganalisa pemikirannya tidak akan pernah final. Penggunaan paradigma yang berbeda akan menghasilkan nilai yang berbeda pula.

Sebagai sebuah portal yang mengedepankan aspek akademis, www.rajaalihaji.com berorientasi pada pengkajian segala hal ihwal tentang Raja Ali Haji secara komprehensif, ilmiah dan mendalam. Seorang Raja Ali Haji memiliki pemikiran teoritis dan praktis. Pemikiran teoritisnya mencakup bahasa, sastra, sejarah, hukum, agama, filsafat dan politik, sedangkan pemikiran praktisnya adalah pengetahuannya sehari hari, seperti pemahamannya tentang status, kelas, pekerjaan, etiket, dan lain-lain. Untuk mempelajari proses perjalanan pemikiran (praktis dan teoritis) sang tokoh secara akademis, portal ini berupaya menempuh langkah strategis, yaitu mengkaji dan mengakomodasi kajian-kajian tentang teks-teks karya sang tokoh, konteks sejarah, dan kajian antara teks dan masyarakatnya. Pertama, dalam teks-teks karya Raja Ali Haji dapat dilihat genesis pemikiran untuk melacak pemikiran yang mempengaruhi sang tokoh; konsistensi pemikiran; evolusi pemikiran; sistematika pemikiran; perkembangan dan perubahan pemikiran; varian pemikiran; komunikasi pemikiran; dan kesinambungan pemikiran.   

Kedua, mengkaji hidup dan pemikiran Raja Ali Haji melalui konteks, seperti konteks sejarah, konteks politik, konteks budaya, dan konteks sosial. Dan ketiga, mengkaji hubungan antara teks dan masyarakatnya. Untuk mengetahui seberapa jauh komunikasi dan pengaruh pemikiran Raja Ali Haji terhadap masyarakatnya, maka bagian ketiga ini menitik beratkan pada kajian-kajian pengaruh pemikiran Raja Ali Haji baik pada orang-orang di zamannya maupun yang hidup sesudahnya; implementasi pemikirannya; diseminasi pemikirannya; dan sosialisasi pemikirannya. 

Metodologi yang dianut www.rajaalihaji.com seperti di atas bertujuan menjaring dan mengkaji hidup dan pemikiran sang tokoh secara ilmiah dan komprehensif. Memang setiap peneliti akan menemui banyak kesulitan dalam mengkaji pemikiran seorang tokoh, karena objek kajian bersifat multi-tafsir. Konsekwensinya adalah bahwa setiap peneliti akan menggunakan paradigma yang berbeda meskipun mengkaji objek yang sama. Inilah perbedaan antara kajian ilmu sosial dan ilmu alam. Pada akhirnya, hasil kajian setiap peneliti bersifat parsial. Oleh sebab itu portal ini diorientasikan untuk mengakomodasi seluruh kajian tentang Raja Ali Haji dengan tetap mengacu kepada standar akademis sebuah kajian terhadap hidup dan pemikiran seorang tokoh.
  

Dibaca 2.527 kali