Versi Indonesia
English version
Pengunjung Online : 19
Hari ini :219
Kemarin :194
Minggu kemarin:2.066
Bulan kemarin:10.498

Anda pengunjung ke 4.144.862
Sejak 11 Rabi'ul Awal 1429
( 19 Maret 2008 )


Pengunjung Baru ?
   |   


www.melayuonline.com www.wisatamelayu.com www.rajaalihaji.com www.tengkuamirhamzah.com www.ceritarakyatnusantara.com www.adicita.com www.maharatu.com www.jogjatrip.com www.kerajaannusantara.com www.infokorupsi.com www.indonesiawonder.com
Tsulasa', 01 Rabi'ul Akhir 1440 (Senin, 10 Desember 2018)
 
Kategori :
Opini
Belajar Bahasa Jiran
5 Oktober 2010 03:54
Oleh Ahmad Sahidah Masihkah kita mau belajar dari jiran? Mungkin tidak. Persoalan yang acap kali membelit Indonesia Malaysia bisa menjadi batu sandungan. Tapi, jika kita masih ingin memberi porsi pada diskusi perbedaan bahasa Melayu Malaysia dan bahasa Indonesia, simaklah ini. Apa yang tebersit di benak kita dengan kalimat berikut ini: “Kita merasa seronok menonton rancangan bual politik di televisyen semalam.” Ujaran semacam ... detail... »
22 September 2010 03:37
Oleh: Boni Dwi Pramudyanto dan Rudy Badil Ampun beribu ampun, sembah patik mohon diampun… di tengah zaman ”klaim made in Malaysia”, sebaiknya segenap Wong Kito yang pemukim dataran berkah Sumatera Selatan, harus bergiat menyatakan Bahasa Melayu yang berakar pada rumpun bahasa Austronesia, yang diucapkan lebih dari 300 juta mulut penuturnya, sebagai bahasa berasal dari tanah rawa-rawa Palembang, bukan miliknyo wong asal ”tanah ... detail... »
Gurindam Dua Belas dari Pulau Maskawin
18 Agustus 2010 08:15
Oleh Aris Prasetyo Pulau Maskawin yang juga lazim disebut Pulau Penyengat merupakan pulau kecil di Kepulauan Riau. Tepatnya di sebelah barat Kota Tanjung Pinang yang ada di Pulau Bintan. Di pulau seluas 2 kilometer persegi itu, setiap sudut jalan dihiasi Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Gurindam Dua Belas adalah sajak dua belas pasal (kuplet) karya Raja Ali Haji, sastrawan dan pahlawan nasional dari Pulau Penyengat, ... detail... »
Pentingnya Sopan Santun Berbahasa
25 Juni 2010 05:28
Oleh Ahmad Ramlan Pepatah lama mengatakan "Tak ada seuntai kawat besi, tali plastikpun jadi." Disinggung menegenai kebahasaan bahwa, "Bahasa menunjukan bangsa, bahasa menujukan identitas masyarakat. "Melihat kondisi masyarakat kita sekarang ini, secara pribadi saya merasa prihatin dengan kebiasaan masyarakat yang cenderung kasar dalam berbahasa. Kesopan santunan kini tak lagi terpeliharan, "Pudar entah kemana!" Bahasa Indonesia ... detail... »
Konsepsi Pemimpin Melayu dalam Pandangan Raja Ali Haji
30 November 2009 07:49
Oleh : Ahmad Salehudin Raja Ali Haji (RAH) selama ini hanya dikenal sebagai salah seorang sastrawan dan ahli bahasa Melayu nomor wahid, dengan Gurindam Duabelas sebagai karya terbesarnya. Dalam konteks keindonesiaan, RAH memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap keberadaan bahasa nasional Indonesia. Cikal bakal bahasa Nasional Indonesia adalah bahasa Melayu yang “dirawat” oleh RAH. Atas jasanya tersebut, pemerintah ... detail... »
Telur Putih Jadi Perekat Bangunan, Menggali Ilmu di Festival Masjid Bersejarah (1)
9 November 2009 07:25
Oleh: Anton. Rina tertegun saat melihat foto Masjid Penyengat. Tidak ketinggalan juga foto saat perang.”Lihat, foto ini indah sekali,” ujar Rina kepada temannya Hari kedua festival, ada empat stand masjid yang buka. Sedangkan sisanya memajang makanan produk masing-masing provinsi. Festival ini memang menyajikan masjid-masjid dan keraton bersejarah dari beberapa provinsi. Secara historis, masjid memang tidak terpisahkan dengan ... detail... »
Total opini : 95   | Index opiniPage