Versi Indonesia
English version
Pengunjung Online : 36
Hari ini :146
Kemarin :194
Minggu kemarin:2.066
Bulan kemarin:10.498

Anda pengunjung ke 4.144.789
Sejak 11 Rabi'ul Awal 1429
( 19 Maret 2008 )


Pengunjung Baru ?
   |   


www.melayuonline.com www.wisatamelayu.com www.rajaalihaji.com www.tengkuamirhamzah.com www.ceritarakyatnusantara.com www.adicita.com www.maharatu.com www.jogjatrip.com www.kerajaannusantara.com www.infokorupsi.com www.indonesiawonder.com
Tsulasa', 01 Rabi'ul Akhir 1440 (Senin, 10 Desember 2018)
 
Kategori :
Opini
Nasib Bahasa Ibuku yang Merana
12 Januari 2011 03:38
Oleh Dadan Muhammad Ramdan Setelah Sumpah Pemuda diikrarkan 28 Oktober 1928, perkembangan bahasa Indonesia mengalami pasang-surut. Ikrar satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa awalnya adalah sumpah dan kebanggaan sekaligus perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan Belanda kala itu. Bagaimana nasib bahasa Indonesia setelah lebih dari setengah abad merdeka? Ironis. Kata itulah yang cocok untuk menggambarkan perkembangan ... detail... »
Meneruskan Generasi Sastra, Mencatat Perjalanan Waktu
4 Januari 2011 07:00
Oleh Fadmin Prihatin Malau Dalam kebingungan dan kesibukan rutinitas, tulisan ini ditulis. Bingung karena acapkali ditanya beberapa orang rekan kerja dan para pelajar terutama anak penulis yang suka dengan sastra. Apa pelajaran sastra di sekolah hanya mempelajari karya-karya sastra pujangga lama, sastra melayu lama, angkatan balai pustaka, pujangga baru, angkatan 45 dan angkatan 50-an saja? Apakah setelah itu tidak hadir ... detail... »
Sastra yang Mengubah Belitong
29 Desember 2010 03:07
Oleh Ilham Khoiri Bisakah karya sastra mengubah masyarakat? Tengok saja Pulau Belitong, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Novel ”Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, yang mengisahkan perjuangan anak-anak kampung untuk bersekolah di pulau itu, ternyata bisa memicu kegairahan baru. Puluhan orang berbondong- bondong mendatangi sebuah bukit bekas penambangan timah di Desa Linggang, Kecamatan Gantong, Kabupaten Belitung Timur. Di ... detail... »
Berkaca pada Mir’at al-Thullab
18 Desember 2010 07:11
Oleh Jabbar Sabil Sebenarnya sangat memalukan jika Pemerintah Aceh sekarang bingung dari mana memulai penerapan syariat Islam di Aceh. Sementara khasanah masa lalu yang mengajarkan apa itu “local wisdom”-nya Aceh terus dibiarkan terbengkalai lapuk dimakan waktu, atau dijarah pihak asing. Salah satunya, kitab Mir’at al-Thullâb (ditulis oleh Syiah Kuala tahun 1672 M) yang kalau mau membacanya kita harus ke Malaysia, Leiden, atau ... detail... »
Kamus
16 Desember 2010 08:40
Oleh Putu Wijaya Ada dua buah kamus bahasa Indonesia yang monumental. Yang pertama karya Poerwadarminta. Karya ini kedudukannya sudah seperti primbon, lama sekali tidak ada tandingannya. Yang kedua Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh sebuah tim, produk Pusat Bahasa. Apakah dengan bersenjata kedua kamus itu, seluruh teks, ekspresi, dan narasi dengan bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulisan, menjadi jelas? Bagi orang Indonesia ... detail... »
Temu Sastrawan Indonesia III
14 Desember 2010 01:28
Oleh Miduk Hutabarat Setelah Jambi, kemudian Bangka Belitung, Lalu Kepri, tepatnya di Tanjung Pinang, Temu Sastrawan Indonesia dihelat, sebuah bukti kepedulian terhadap sastra. Terlebih di Kepulauan Riau, kepedulian itu terpancar jelas. Tidak tanggung-tanggung, untuk perhelatan ini, Pemprov Kepri dan Kota Tanjung Pinang menyediakan dana sebesar Rp1 milyar. Pemerintah di sana benar-benar ingin mengembalikan kejayaan Kepri sebagai ... detail... »
Total opini : 95   | Index opiniPage