|
|
|
|||||||||||||||
![]() |
![]() |
|
|
|||||||||||||
|
|
Versi Indonesia
English version Pengunjung Online : 23
Anda pengunjung ke 695.348 Sejak 12 Rabi'ul Awal 1429 ( 20 Maret 2008 ) |
Tsulasa', 28 Ramadhan 1431 (Selasa, 7 September 2010)
Syair Nasehat Kepada Anak
Syair tidak semata-mata rangkaian kata-kata indah hasil dari kreatifitas merangkai kata dan berimajinasi, tapi ia juga merupakan cara seseorang untuk menyatakan perasaan dan pemikirannya tentang masyarakat. Dengan kata lain, syair berfungsi tidak sekedar untuk hiburan, tetapi juga pengajaran dan pewarisan nilai-nilai yang bekerja dan berkembang dalam masyarakat. Demikian juga dengan sebuah syair karangan Raja Ali Haji yang berjudul Syair Nasehat Kepada Anak. Syair ini membicarakan tentang nasehat seorang ayah kepada anaknya. Raja Ali Haji telah memberikan gambaran yang jelas mengenai keadaan atau lingkungan masyarakat yang akan ditempuh si anak. Berbagai kata-kata yang berbentuk nasehat, ingatan, dan pedoman, serta ibarat telah dinyatakan dalam syair tersebut. Secara garis besar, ada lima nasehat yang disampaikan oleh Raja Ali Haji dalam syair ini, yaitu: (1) Kepemimpinan. Menurut syair ini, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mengontrol, kreatif, cerdas, tegas, percaya diri, dan bertanggung jawab. (2) Etika (akhlak). Seorang Muslim harus mempunyai akhlak yang baik, seperti menjaga perkataan, menghargai orang lain, dan menghormati guru. (3) Pandai menempatkan diri. Seseorang akan berhasil dalam hidupnya jika ia mampu menempatkan dirinya secara benar sesuai dengan perannya masin-masing. (4) Senantiasa menuntut ilmu. Orang berilmu, maka ia akan menjadi orang yang rendah hati, tidak takabur, dan keberadaannya senantiasa membawa kebaikan baik bagi dirinya maupun untuk orang lain. (5) Mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan potensi yang diberikan Tuhan untuk mendukung kehidupan seorang insan. Jika mampu dikendalikan, maka hawa nafsu akan menjadi pendorong untuk berbuat kebajikan. Tetapi jika tidak, maka ia akan menjadi spirit pengrusak. Oleh karenanya, setiap insan harus mengisi rohaninya dengan ajaran agama, melakukan amal kebajikan, dan mencegah kemungkaran. Adapun teks dari Syair Nasehat Kepada Anak* adalah sebagai berikut: Dengarkan tuan ayahanda berperi, Ayuhai anakanda muda remaja, Mengerjakan gubernemen janganlah malas, Jika anakanda menjadi besar, Tutur yang manis anakanda tuturkan, Kesukaan orang anakanda cari, Nasehat ayahanda anakanda fikirkan, Setelah orang besar fikir yang karu, Tingkah dan laku tidak kelulu, Itulah orang akalnya kurang, Anakanda jauhkan kelakukan ini, Setengah yang kurang akal dan bahasa, Ke sana ke mari langgar dan rampuh, Patut juga mencari jasa, Apabila perintah lemah dan lembut, Jika mamerintah dengan cemeti, Inilah nasehat ayahanda tuan, Habislah nasehat habislah kalam, (Raja Ali Haji) Demikianlah Syair Nasehat Kepada Anak karya Raja Ali Haji. Keberadaan syair tersebut akan memberikan manfaat jika kita senantiasa mengkaji dan mempelajarinya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi jika hanya dibaca dan dibaca, syair tersebut tidak lebih dari sekedar rajutan kata-kata indah yang tiap baitnya terdiri dari empat baris. (Ahmad Salehudin) -----------------ooOoo-------------------- ___________________ * Teks Syair Nasehat Kepada Anak dikutip dari http://library.usu.ac.id Foto : Koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Lukisan Koleksi Mahyudin Al Mudra, Karya Firdaus Alamhudi (Original), Judul : "Mengaji Dengan Mata Hati", Lukisan Bulu : 80 x 122, 1995 Dibaca 42.010 kali
|
|
|||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||